Kitab Blawong Syekh Basyaruddin Pringapus

Tulisan ini disarikan dari Skripsi “CERITA RAKYAT KITAB BLAWONG BAGI MASYARAKAT DESA PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG” oleh Pipit Mugi Handayani – Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang

Kitab Blawong Syekh Basyaruddin Pringapus 1

Kitab Blawong Syekh Basyaruddin PringapusKitab Blawong Syekh Basyaruddin Pringapus

KITAB BLAWONG

Adalah Kitab Al Quran tulisan tangan yang ditulis oleh seorang wali yang tinggal di Pringapus bernama Syekh Basyaruddin. Berasal dari laqob (bahasa Arab: julukan) atau paraban (Jawa: sebutan) yang diberikan oleh masyarakat Pringapus dan sekitar yang diberikan pada Al Quran tersebut karena keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya.

Istilah Blawong berasal dari Bahasa Jawa yang merupakan penggabungan dari kata Mbelani Wong atau Mbilaheni Wong. Mbelani artinya membela, sedangkan wong artinya orang. Jadi mbelani wong, berarti membela orang yang bertindak benar. Mblaheni artinya mencelakakan, sedangkan wong artinya orang. Jadi mbilaheni wong berarti membuat celaka bagi orang yang salah atau mempunyai niat buruk.

Berdasarkan wawancara dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, istilah tersebut dipakai, kemungkinan besar karena istilah ini disepakati bersama hanya untuk memudahkan masyarakat dalam menyebut dan mengingat Al Quran tulisan tangan milik Syekh Basyaruddin tersebut.

 

SYEKH BASYARUDDIN

(seorang wali, Syekh Basyaruddin, seorang penyebar agama Islam di daerah Pringapus).

Konon + 335 tahun yang lalu, hiduplah seorang ulama bernama Syekh Basyaruddin, seorang pengembara yang berasal dari Alas Turonggo Surakarta Hadiningrat. Beliau merupakan satu dari empat bersaudara ulama yang menyebarkan agama Islam di daerah Pringapus. Tiga orang saudaranya adalah Syekh Akmaludin (lebih dikenal dengan sebutan Mbah Njenengan), Ahsanudin, dan Thalabudin. Versi lain menyebutkan bahwa empat bersaudara tersebut adalah Basyaruddin, Akmaludin, Ahsanudin, dan Shihabudin. Di antara keempat bersaudara tersebut, hanya Syekh Akmaludin saja yang mempunyai keturunan sehingga keturunannya itulah yang sampai saat ini dianggap sebagai ahli waris Syekh Basyaruddin.

Syekh Basyaruddin adalah penyebar ajaran Islam di Pringapus yang diperkirakan hidup pada masa pemerintahan Raden Purwokusuma yang bergelar Pangeran Benowo kira-kira pada akhir abad 18 Masehi. Pada saat itu Pringapus masih bernama desa Tanjung.

 

PRINGAPUS

Pringapus terletak di wilayah Kabupaten Semarang, yang jaraknya 9 km ke arah selatan menuju Solo atau Jogjakarta, dari pusat pemerintahan kabupaten.

Pringapus adalah pusat pemerintahan Kecamatan Pringapus. Dengan luas terbesar sebagai lahan pemukiman penduduk yaitu 642 km2 atau 64.202 Ha sedangkan lainnya merupakan lahan pertanian baik sawah maupun ladang serta kawasan industri . Dengan batas wilayahnya Sebelah Barat Desa Derekan dan Desa Klepu, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pringsari, Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Klepu dan Desa Sambeng, dan Sebelah Selatan berbatsan dengan Desa Jatirunggo.

Gambar1. Peta Desa Pringapus

Peta Desa Pringapus

Insert Peta Desa Pringapus

Untuk tulisan lebih lengkap silakan klik link dibawah :

Posted By Master Computer – Klesem Lor Pringapus
MAster Computer

One Response to “Kitab Blawong Syekh Basyaruddin Pringapus”

  1. aprinus salam Says:

    Tulisan yang menarik dan bagus.

Leave a Reply