Sangkal Putung “Susanto” di Candirejo Ungaran; Solusi Alternatif Pengobatan Patah Tulang


Sangkal Putung adalah istilah populer untuk pengobatan alternatif penyambungan tulang yang patah akibat kecelakaan dengan metode tradisonal tanpa operasi bedah. Konon telah ratusan tahun keahlian menyambung tulang patah ini dikuasai terapis di Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, ataupun Cimande, Sukabumi, Jawa Barat. Kini, sangkal putung menyebar ke kota-kota besar di Nusantara.

Dibandingkan berobat di rumah sakit dengan ilmu kedokteran modern, untuk urusan patah tulang, pengobatan tradisional sangkal putung lebih dipercaya manjur dan dipilih masyarakat.  Selain hasilnya telah nyata, yakni banyaknya pasien yang sembuh, biaya yang harus dikeluarkan pun jauh lebih murah, hanya ratusan ribu rupiah. Selain itu proses penangganannya juga relatif cepat, tidak sampai berjam-jam, dan pasien boleh langsung pulang.

Di rumah sakit, patah tulang ini ditangani dengan tindakan berupa ‘operasi  penyambungan tulang’. Pada organ tubuh yang patah dimasukkan sebuah pen—alat penyambung—yang terbuat dari logam anti karat. Bila patah tulang tersebut parah, maka operasi penyambungan tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi bisa berulang kali. Biaya yang dikeluarkan untuk operasi tentu saja cukup tinggi, biaya pengobatan terkadang hingga mencapai puluhan juta rupiah. karena harus bedah operasi dan rawat inap yang berhari-hari.

Pengalaman Berobat di Pengobatan Tradisional dan Ramuan Sangkal Putung “Susanto” Candirejo Ungaran

Di antara pengobatan dengan metode sangkal putung yang ada di wilayah kabupaten Semarang salah satunya adalah Sangkal Putung “Susanto” yang terletak di Jalan Borobudur Candirejo 01/ IV Ungaran. Tempat yang terletak di kawasan pemukiman Candi ini sudah memadukan dunia pengobatan alternatif dengan pengobatan medis terbukti dengan disediakan berbagai fasilitas mulai dari penanganan dokter umum, radiologi/ rontgen, Ambulance bahkan rawat inap bagi pasien yang menghendaki. Pada awalnya, tempat ini hanya semata-mata menangani ‘sambung tulang’ bagi pasien yang mengalami patah tulang, tulang retak, terkilir/ salah urat saja. Namun seiring perkembangan waktu dan tuntutan ketersediaan fasilitas lain tersebut maka kini Pengobatan tradisional “Susanto” sudah dapat dikategorikan solusi lengkap untuk mengatasi masalah pasien patah tulang, tulang retak akibat kecelakaan maupun terkilir/ salah urat, kini lebih ‘mantabbbbbb’ dengan adanya diagnosa dokter serta obat setelah diperoleh hasil rontgen.

Pengobatan Tradisional dan Ramuan Sangkal Putung “Susanto” Candirejo Ungaran

Sesuai dengan tujuan awal pasien datang ke tempat ini adalah memperoleh kesembuhan dan kenyamanan pelayanan, pasien juga berharap kemudahan dalam memperoleh pengobatan. Tidak dapat dipungkiri bahwa biaya adalah salah satu pertimbangan utama seorang pasien datang ke tempat pengobatan. Dengan biaya murah, proses yang tidak berbelit-belit alias njlimet maka dengan sendirinya akan menjadi daya tarik lain selain kecakapan sang terapis dalam menangani keluhan pasien. Hanya saja terkadang ada hal yang kurang pas dalam sebuah rangkaian aturan pengobatan yang diterapkan sebagai contoh dalam pengalaman yang dialami seorang pasien berikut.

Tempat Praktek Sangkal Putung Susanto

Tempat Praktek Sangkal Putung Susanto, Candirejo Ungaran

Sebut saja Pak Sokhib, warga Pringapus RT 01/ RW 02 ini yang datang ke tempat Pengobatan Alternatif dan Ramuan “Susanto” tersebut. Beberapa waktu lalu dia berobat akibat patah tulang yang dialami di bagian tangan kiri akibat terjatuh di ‘tanggul’ saat naik sepeda motor. Saat berobat, dia diharuskan mengikuti rangkaian prosedur pengobatan yang diterapkan di tempat tersebut diantaranya harus melalui proses rontgen terhadap bagian yang patah sebanyak dua kali dengan biaya yang harus dibayarkan sekaligus sebesar Rp 60.000 sekali foto, dengan total Rp 120.000. Kemudian dilakukan pemeriksaan dokter umum untuk mengetahui diagnosa sakit yang dialami berupa deteksi luka luar dan diberkan obat dengan biaya Rp 200.000. Selanjutnya baru masuk pada pengobatan inti yakni ‘sangkal putung’ yang dilakukan sendiri oleh sang terapis, Bapak Susanto. Pada tahap ini dikenakan biaya RP 350.000 dan biaya lain-lain berupa sumbangan sukarela (relaksa: rela karena terpaksa……hehehehe) sebesar Rp 120.000. Dengan total seluruh biaya sekali berkunjung di pengobatan ini sebesar Rp 790.000 maka harus dilihat dari kacamata awam berupa standarisasi biaya.

Pada akhirnya, berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk menebus kesembuhan akibat kecelakaan yang telah dialami, Pengobatan Tradisional dan Ramuan Sangkal Putung  “Susanto” merupakan alternatif pilihan untuk mengatasi keluhan bila seseorang mengalami musibah. Ternyata biaya tersebut belum sebanding dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan di rumah sakit. (MC/ Pipit MH).

———————————————————-

Informasi ini masih dalam kapasitas bisa diperbarui dan diperbaiki. Apabila pembaca mempunyai pengalaman ataupun info terkait dengan materi dalam artikel ini, diperkenankan untuk menyampaikan pada kolom komentar di bawah ini.

Master Computer Ahli Servis Laptop; Cepat, Tepat, Handal, dan Terpercaya

Master Computer Ahli Servis Laptop; Cepat, Tepat, Handal, dan Terpercaya.
Jangkauan layanan kami : Pringapus, Karangjati, Bergas, Bawen, Ungaran, dan Sekitarnya. Solusi laptop di dekat anda.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: