Bukan bid’ah…

December 25, 2012

Bukan bid’ah

Ucapan selamat perlu diletakkan sebagai kelaziman sosial dan bukan keharusan teologis. Sebagai kelaziman sosial, ia tak bisa dikategorikan sebagai bid’ah. Dalam bidang mu’amalah-duniawiyah dibolehkan melakukan inovasi. Sejauh terkait dengan urusan sosial kemasyarakatan, tidak ada yang disebut bid’ah. Nabi Muhammad bersabda, “antum a’lamu minni bi umur dunyakum” [kalian lebih mengetahui tentang perkara-perkara duniawiyah kalian].


Sangkal Putung “Susanto” di Candirejo Ungaran; Solusi Alternatif Pengobatan Patah Tulang

July 29, 2012

Sangkal Putung adalah istilah populer untuk pengobatan alternatif penyambungan tulang yang patah akibat kecelakaan dengan metode tradisonal tanpa operasi bedah. Konon telah ratusan tahun keahlian menyambung tulang patah ini dikuasai terapis di Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, ataupun Cimande, Sukabumi, Jawa Barat. Kini, sangkal putung menyebar ke kota-kota besar di Nusantara.

Dibandingkan berobat di rumah sakit dengan ilmu kedokteran modern, untuk urusan patah tulang, pengobatan tradisional sangkal putung lebih dipercaya manjur dan dipilih masyarakat.  Selain hasilnya telah nyata, yakni banyaknya pasien yang sembuh, biaya yang harus dikeluarkan pun jauh lebih murah, hanya ratusan ribu rupiah. Selain itu proses penangganannya juga relatif cepat, tidak sampai berjam-jam, dan pasien boleh langsung pulang.

Di rumah sakit, patah tulang ini ditangani dengan tindakan berupa ‘operasi  penyambungan tulang’. Pada organ tubuh yang patah dimasukkan sebuah pen—alat penyambung—yang terbuat dari logam anti karat. Bila patah tulang tersebut parah, maka operasi penyambungan tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi bisa berulang kali. Biaya yang dikeluarkan untuk operasi tentu saja cukup tinggi, biaya pengobatan terkadang hingga mencapai puluhan juta rupiah. karena harus bedah operasi dan rawat inap yang berhari-hari.

Pengalaman Berobat di Pengobatan Tradisional dan Ramuan Sangkal Putung “Susanto” Candirejo Ungaran Read the rest of this entry »


Peta Jalan Tol Semarang – Solo

July 28, 2012
Peta jalan tol Semarang Solo

Peta jalan tol Semarang Solo

DATA TEKNIS JALAN TOL SEMARANG – SOLO

Panjang Total Semarang – Solo : 75,67 km

Jalur utama terbagi menjadi:

1. Tahap 1 : Semarang – Bawen

a. Seksi 1 Semarang – Ungaran

a.l Paket I : 3,525 km

a.2 Paket II : 4,950 km

a. 3 Paket III : 5,625 km

b. Seksi 2 Ungaran – Bawen

b. l Paket IV : 3,900 km
b.2 Paket V : 3,825 km
b.3 Paket VI : 1,275 km

2. Tahap 2 : Bawen – Solo

a. Bawen – Salatiga : 17,300 km

b. Salatiga – Boyolali : 24,500 km

c. Boyolali – Kartosuro : 7,800 km

Data Teknis Semarang – Ungaran

Lebar lajur Lalu Lintas:

Tahap awal : 2 lajur x 3,6m x 2 jalur

Pelebaran : 3 lajur x 3,6m x 2 jalur

(sesuai kebutuhan lalu lintas)

Lebar Bahu Luar : 3,0 m

Lebar Bahu Dalam : 1,5 m

Sumber : TMJ (Trans Marga Jateng)


Kelurahan Pringapus Jadi Pilot Project PPLBK

October 17, 2010

Ungaran, CyberNews. Kelurahan Pringapus menjadi salah satu pilot project program Community Based Neighborhood Development (CBND) atau Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di Kabupaten Semarang.

Program tersebut bertujuan antara lain untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan peduli dengan tata ruang dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Juga diharapkan mampu mendokumentasikan potensi dan masalah yang ada di wilayah mereka dan kemudian memasarkannya.

“Kelurahan/Kecamatan Pringapus merupakan satu dari 18 lokasi yang ditunjuk Direktorat Jenderal Cipta Karya menjadi percontohan PLPBK di Indonesia,” kata Siswa Jarwata, koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Seday Mulya, ketika ditemui di sela-sela acara Lokakarya Kelurahan Pemetaan Swadaya PLPBK, Minggu (19/4).

Namun berbeda dengan yang ada di daerah lain, progam PPLBK di Pringapus melibatkan para pemuda untuk berperan serta. Mereka dijadikan sebagai Laskar Neighborhood Development (ND), yang bertugas memetakan permasalahan dan potensi yang ada  di wilayah mereka masing-masing.

Setiap RT ada tiga Laskar ND , dan sengaja dilibatkan para pemuda agar mereka menjadi peduli dengan permasalahan yang ada di lingkungan mereka,” tandasnya.  Di Kelurahan Pringapus sendiri terdiri dari tujuh RW dan 36 RT.

Kabid Kelembagaan Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Kabupaten Semarang Mudi SH, menjelaskan, kegiatan yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat khususnya agar mempunyai kesadaran tentang arti pentingnya tata ruang itu melibatkan peran serta masyarakat, BKM dan tenaga ahli dan konsultan, sedang pihak Pemkab Semarang sifatnya hanya memfasilitasi saja.

Dr Ing Asnawi Manaf ST, tenaga ahli dari Pusat Pelayanan Perencanaan Pembangunan Partisipatif (P5) Undip mengemukakan, membuat agar masyarakat sadar dan peduli dengan tata ruang dan lingkungannya merupakan salah satu masalah yang harus diatasi oleh pemerintah pusat. “Dengan sadara tata ruang, mereka bisa mengetahui masalah dan potensi mereka,” tandas Asnawi.

Wisnu Laskar ND dari RW 3 menjelaskan tugas mereka adalah mengumpulkan data potensi dan masalah yang ada di wilayah masing-masing.

“Setelah didata ternyata MCK drainase dan sampah menjadi permasalahan di wilayah kami. Sedangkan kami memiliki potensi di bidang perikanan dan peternakan,” urainya. Dengan adanya PLPBK tersebut, diharapkan mereka mampu mendokumentasikan masalah dan potensi yang ada di wilayah mereka.

(Basuni Hariwoto /CN05)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=26827

<iframe src=”http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fmastercomp.wordpress.com%2F2008%2F09%2F08%2Fkumpulan-logo-logo-vektor-terkenal%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light&amp;height=80&#8243; scrolling=”no” frameborder=”0″ style=”border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;” allowTransparency=”true”></iframe>


Disusun, Tata Ruang Berbasis Masyarakat (di Pringapus)

September 29, 2009
Personel BKM Sedya Mulya Pringapus

Personel BKM Sedya Mulya Pringapus

UNGARAN – BKM Sedya Mulya Kelurahan/ Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menerima program pilot Project nasional Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK) dari Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum.

BKM Kelurahan Pringapus ini merupakan satu dari 18 BKM se-Indonesia yang mendapat alokasi dana Rp 1 miliar. Dana tersebut untuk tahap perencanaan Rp 175 juta, tahap marketing sosial Rp 225 juta, dan pelaksanaan Rp 600 juta. Hal ini mengemuka dalam Workshop PLP-BK Kelurahan Pringapus di Hotel Citra Dewi 2 Bandungan, Sabtu-Minggu (13-14/6).

Ketua BKM Sedya Mulya Siswa Jarwata mengatakan, penyusunan tata ruang ini melibatkan masyarakat yang mayoritas kalangan muda. ’’Kami berharap hasil partisipasi perencanaan ini menjadi Perbup tentang penyusunan tata ruang berbasis masyarakat. Ini yang membedakan pilot project 18 BKM di Indonesia,’’ kata Siswa, kemarin.

Kegiatan perencanaan partisipatif dalam workshop ini meliputi pemetaan swadaya menghasilkan delapan peta tematik, peta potensi dan permasalahan.

Kegiatan ini melibatkan elemen masyarakat dari RT RW hingga kelurahan. Perencanaan ini juga mencakup analisa potensi dan permasalahan tiap RW dan kelurahan, strategi dan tujuan, rencanan pengembangan permukiman (RPP), rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL), dan profil RW dan kelurahan termasuk visi Kelurahan Pringapus 2020.

Dalam workshop ini hadir perwakilan BPN, Dishubkominfo, Cipta Karya, Disporabudpar, Bina Marga, Lingkungan Hidup, Disdik, Bapermasdes, Bagian Hukum, Dinas Peternakan, Koperasi, Dinkes, Bappeda, Ketua Komisi A DPRD dokter Anis Supriyadi, dan kalangan anak muda Kelurahan Pringapus yang tergabung dalam Laskar Nata Desa (ND).

Usulan Masyarakat Hani Soetanto anggota Komisi A DPRD menegaskan, Read the rest of this entry »


Pringapus Jadi Rintisan Kampung Kelinci

September 29, 2009

Ungaran, JTNR
Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan Departemen Pertanian merintis pembentukan kampung kelinci di kelurahan / kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Nota kesepahaman perintisan ditandatangani oleh Kepala Sub Direktorat Non Unggas Direktorat Budidaya Non Ruminansia, Ir Trimahanani Rahayu MM, Wakil Bupati Semarang Hj Siti Ambar Fathonah, dan ketua kelompok Rochani, di aula Kelurahan Pringapus, Selasa (1/9).

Menurut Trimahanani, di tanah air terjadi kecenderungan perubahan jenis ternak yang dibudidayakan sejak merebaknya penyakit flu burung, dan pandemi flu babi. Di beberapa daerah seperti Sukabumi (Jabar) dan Kabupaten Karo Sumatera Utara sebagian peternak ayam buras beralih ke kelinci yang relatif tahan penyakit. “Pola pengembangan kampung kelinci ini sangat bagus mendukung peningkatan produksi kelinci terutama pedaging. Sehingga Direktorat Budidaya Non Ruminansia akan terus mendukung dan melaksanakan program ini,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, rintisan kampung kelinci menjadi salah satu alternatif pemecahan Read the rest of this entry »


Neighbourhood Development (Pengembangan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas) oleh BKM Sedya Mulya Pringapus

February 24, 2009
SD PRINGAPUS 03

SD PRINGAPUS 03

Dalam rangka mensosialisasikan program ND / PLP-BK atau Neighbourhood Development atau Pengembangan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas di lingkungan Kelurahan Pringapus, BKM Sedya Mulya Pringapus memasang publikasi berupa baliho dengan melibatkan beberapa instansi pemerintahan dan tokoh masyarakat yang merupakan bagian komunitas masyarakat Pringapus.

Instansi tersebut antara lain Pemerintahan Kecamatan Pringapus, Pemerintahan Kelurahan Pringapus, Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Kec Pringapus, UPTD Puskesmas Kec Pringapus, Polpos Pringapus, Koramil 15 Klepu, SD Pringapus 03, Wakil Bupati Semarang Hj. Siti Ambar Fathonah, dan pihak-pihak lainnya termasuk Master Computer Klesem Lor Pringapus.

Berikut adalah visual baliho yang dipasang di beberpa titik di lingkungan Kelurahan Pringapus : Read the rest of this entry »