Kelurahan Pringapus Jadi Pilot Project PPLBK


Ungaran, CyberNews. Kelurahan Pringapus menjadi salah satu pilot project program Community Based Neighborhood Development (CBND) atau Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di Kabupaten Semarang.

Program tersebut bertujuan antara lain untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan peduli dengan tata ruang dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Juga diharapkan mampu mendokumentasikan potensi dan masalah yang ada di wilayah mereka dan kemudian memasarkannya.

“Kelurahan/Kecamatan Pringapus merupakan satu dari 18 lokasi yang ditunjuk Direktorat Jenderal Cipta Karya menjadi percontohan PLPBK di Indonesia,” kata Siswa Jarwata, koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Seday Mulya, ketika ditemui di sela-sela acara Lokakarya Kelurahan Pemetaan Swadaya PLPBK, Minggu (19/4).

Namun berbeda dengan yang ada di daerah lain, progam PPLBK di Pringapus melibatkan para pemuda untuk berperan serta. Mereka dijadikan sebagai Laskar Neighborhood Development (ND), yang bertugas memetakan permasalahan dan potensi yang ada  di wilayah mereka masing-masing.

Setiap RT ada tiga Laskar ND , dan sengaja dilibatkan para pemuda agar mereka menjadi peduli dengan permasalahan yang ada di lingkungan mereka,” tandasnya.  Di Kelurahan Pringapus sendiri terdiri dari tujuh RW dan 36 RT.

Kabid Kelembagaan Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Kabupaten Semarang Mudi SH, menjelaskan, kegiatan yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat khususnya agar mempunyai kesadaran tentang arti pentingnya tata ruang itu melibatkan peran serta masyarakat, BKM dan tenaga ahli dan konsultan, sedang pihak Pemkab Semarang sifatnya hanya memfasilitasi saja.

Dr Ing Asnawi Manaf ST, tenaga ahli dari Pusat Pelayanan Perencanaan Pembangunan Partisipatif (P5) Undip mengemukakan, membuat agar masyarakat sadar dan peduli dengan tata ruang dan lingkungannya merupakan salah satu masalah yang harus diatasi oleh pemerintah pusat. “Dengan sadara tata ruang, mereka bisa mengetahui masalah dan potensi mereka,” tandas Asnawi.

Wisnu Laskar ND dari RW 3 menjelaskan tugas mereka adalah mengumpulkan data potensi dan masalah yang ada di wilayah masing-masing.

“Setelah didata ternyata MCK drainase dan sampah menjadi permasalahan di wilayah kami. Sedangkan kami memiliki potensi di bidang perikanan dan peternakan,” urainya. Dengan adanya PLPBK tersebut, diharapkan mereka mampu mendokumentasikan masalah dan potensi yang ada di wilayah mereka.

(Basuni Hariwoto /CN05)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=26827

<iframe src=”http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fmastercomp.wordpress.com%2F2008%2F09%2F08%2Fkumpulan-logo-logo-vektor-terkenal%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light&amp;height=80&#8243; scrolling=”no” frameborder=”0″ style=”border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;” allowTransparency=”true”></iframe>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: